--> Skip to main content

Penyebab Kegagalan berbicara Bahasa Inggris



Penyebab Kegagalan berbicara dalam bahasa Inggris - Pelajaran Bahasa Inggris mulai di ajarkan di bangku sekolah sejak dari tingkat SMP, karena di tingkat SD Bahasa Inggris hanyalah muatan lokal dan itupun tidak semua SD memberikan muatan lokal Bahasa Inggris. Sistem pendidikan di Indonesia memulai pelajaran bahasa Inggris Semenjak SMP sampai SMA. Jika kita adalah lulusan SMA tandanya kita pernah memperoleh pelajaran bahasa Inggris sedikitnya 6 (enam) tahun, belajar bahasa inggris dalam waktu 6 (tahun) sebenarnya waktu yang relatif lebih dari cukup.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kemampuan bahasa Inggris kita?? Apakah kita sudah punya kemampuan yang cukup untuk berbicara dalam bahasa Inggris?

Ternyata jawaban tersebut sangat memprihatinkan, lulusan SMA di Indonesia ternyata sangat minim dalam Berbahasa Inggris bahkan bisa dikatakan nol atau sama sekali tidak bisa Berbahasa Inggris. Dan yang lebih memprihatinkan lagi ternyata anak-anak lulusan SMA yang pernah ikut les atau kursus Bahasa Inggris juga mengalami hal yang serupa. Bahkan lulusan sarjana juga demikian. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Ternyata setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa mereka ternyata gagal dalam mempelajari bahasa Inggris.

Kalau kita flashback pada zaman penjajahan Belanda, rata-rata siswa tingkat sekolah dasar atau SD pada zaman Belanda sudah fasih Berbahasa Belanda dengan lancar ketika mereka duduk di kelas 4. Padahal, bahasa Belanda itu lebih sulit dari pada bahasa Inggris. Sekarang, sebenernya apa sih yang menjadi hambatan atau penyebab pengajaran bahasa Inggris tidak seperti pengajaran bahasa Belanda di zaman dahulu?

Kenyataannya, di Indonesia sebagian besar mereka yang lulusan SMA sederajat bahkan sampai sarjana mengalami kegagalan dalam belajar bahasa Inggris. Lalu apa yang menjadi faktor mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Peran pendidik / guru
Dalam hal ini guru harusnya bisa memberikan motivasi kepada anak agar anak semangat dalam belajar bahasa Inggris.

Misalnya guru memberikan informasi kepada siswa bahwa bahasa Inggris adalah bahasa dunia, menjadi alat komunikasi yang penting syarat multak ketika kita go internasional, kuliah di luar negeri atau bekerja di luar negeri.

2. Metode pembelajaran yang kurang disukai

Dalam hal ini kiranya semua pihak yang terkait dalam mengelola pendidikan sekolah dinegara kita tentunya harus bisa menjawab problematika yang tengah terjadi di dunia pendidikan kita. Mulai dari kemendikbud, depdiknas, kepala dinas pendidikan, MGMP bahasa Inggris, kepala sekolah, para Guru bahasa Inggris, dan pihak terkait lainnya.

Jika metode yang diajarkan kepada anak tidak menarik dan tidak berpengaruh apa-apa dalam meningkatkan minat anak maka sudah pasti anak tidak akan suka dengan pelajaran bahasa Inggris.

3. Tidak biasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari

Salah satu kriteria sukses atau tidaknya belajar bahasa Inggris yaitu adalah kita perlu mengetahui seberapa jauh perkembangan anak dalam mempelajari bahasa Inggris dan penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Guru harus bisa memberikan stimulus kepada siswa agar mempunyai rasa ingin tahu atau rasa penasaran sehingga anak fokus terhadap pelajaran bahasa Inggris.
Dengan cara guru selalu mengajak kepada siswa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Oleh karenanya, apabila siswa sama sekali tidak bisa berbicara bahasa Inggris padahal waktu belajar disekolah itu cukup lama. Maka bisa dikatakan siswa tersebut mengalami kegagalan dalam mempelajari bahasa Inggris.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar